RAHIM MISTERI
kuresapi,
menjalar di kedamaian pori-pori
saat dia lirih berbisik…
aku ingin mengajakmu pulang
menyusup ke rahim misteri
rumah kita dulu
menyerahkan seluruh ketelanjangan
hanya pada hadapNya
lihatlah pahatan kisah kita
bukankah terbuat dari puisi?
(ngantor hari pertama, 01/09/2008)
lalu kuselimutkan lagi embun
hingga nanti menetes di musim semi
sambil mendengarkan nasehatnya
kembali dalam hibernasi….
yang lebih aman dan rapi.








Leave a Reply