Riak-riak Rindu

Ada kalanya mentari, tak ingin sembunyi.
Tak jarang pula, bulan enggan.
Karena kau mengerti, kusimpan satu hati.
Tempatmu pulang, ke negeri impian.

Bahkan korden merah jambu, terdiam tersipu.
Menyambut jendela datang, merapati dinding batu.
Walau sang bayu, menidurkan mataku.
Namun bukan terlelap sayang, aku masih terjaga.

Marilah kita pulang dan obati kakimu.
Tempat di mana masa depanku ingin berpijak.
Jangan biarkan luka menganga semakin ragu.
Karna tak kuasa hati ini menahan gejolak.

Jika sekiranya angin tak lagi bertiup
Putarlah kincir kehidupan antara pepohonan
Di mana gerai ribuan awan tak pernah tertutup
Hingga badai jiwa bergemuruh menyenangkan

Indahnya menyimpan rindu mendendam
Kala hati tertunduk menahan pandangan
Oh.. belum berhak diri ini menatap tajam
Takut akan cemburu Kekasih Pujaan

Advertisements

~ by Ayuning Mazasupa on January 20, 2007.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: