Antara Tiga Kursi

Satu hal pasti yang semestinya aku tahu.
Sebelum waktu terjadi, antara tiga kursi.
Aku pernah merasa benci benar-benar pada keadaan.
Waktu telah mengekang kata hatiku.
Saat kuingin lepas,
simbol-simbol itu enggan melonggarkan ikatannya.
Sering saat ini,
aku menyesali perjalananku,
dalam begitu banyak dunia berbeda.
Menghalangi ‘tuk jadi diriku,
dalam duniaku sendiri.

Satu hal pasti yang semestinya aku tahu.
Ketika waktu terjadi, antara tiga kursi.
Tak ada “aku adalah hitam”.
Tak ada “aku adalah putih”.
Yang ada hanya suasana hati.
Perasaan yang dipengaruhi keadaan.
Seperti otakku yang berwarna-warni,
dikala gelap renungan.
Seperti ujung jariku yang hampir putus,
dikala setan dan malaikat berseteru.

Satu hal pasti yang semestinya aku tahu.
Setelah waktu terjadi, antara tiga kursi.
Lepas beban jiwaku.
Bebas segala bathinku.
Tak lagi bimbang ataupun “plin-plan”.
Inilah jalanku…..
Dalam satu kursiku.
Dalam satu duniaku

OKTOBER 2002
u, that did it to me.

Advertisements

~ by Ayuning Mazasupa on January 26, 2007.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: