HIDUP SEHAT, HIDUP BAHAGIA

Kajian Utama
UKHTI edisi xx
by Matsu Mazasupa

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah swt, karena hingga detik ini, hingga UKHTI bisa hadir di tangan ukhti, begitu banyak nikmat Allah yang masih melekat di sekujur tubuh kita. Begitu banyak pula di antara nikmat itu yang kita lalaikan. Misalnya, nikmat iman, nikmat Islam, dan nikmat sehat. Marilah kita renungkan, betapa diri kita telah dikaruniai hati dan jiwa yang sempurna, akal yang meninggikan derajat serta tubuh yang lengkap. Coba kita lihat saudara-saudara kita yang lain yang tengah mengalami ujian di Jogjakarta dan Jawa Tengah. Tak sedikit di antara mereka yang terluka akibat tertimpa reruntuhan, kehilangan anggota badannya, atau bahkan meregang nyawa demi menyelamatkan orang-orang tercintanya. (Semoga semuanya diberi kesabaran dan ketabahan. Semoga apa saja yang hilang mengiringi segala dosa yang berguguran, diganti olehNya dengan sesuatu yang jauh lebih baik. Semoga dengan ini kita semua semakin dekat denganNya).

Ops, jadi serius gini…!?? Yach, setidaknya itu menggambarkan betapa kita semua patut bersyukur atas perlindungan Allah swt selama ini. Badan tetep seger buger, makan 3x sehari teratur (ada yang 4x ??), tidur juga ga kurang, pengen nyemil ini itu bisa didapat dengan mudah, and ga kena sakit yang aneh-aneh bin ajaib. Lalu apa yang harus kita lakukan untuk menjaga kesehatan diri atas nama rasa syukur dan terima kasih kita padaNya ??

Kesehatan itu sendiri bisa kita golongkan jadi dua jenis. Hayo..siapa yang tau angkat tangan !! dan letakkan senjata anda !! (he..he..,becanda..!). Yup, ukhti benar, kesehatan psikis dan kesehatan fisik (kalo gini jadi inget sama Dora, the Adventurer). Kesehatan psikis itu sendiri berkenaan dengan jiwa dan mental, alias bersahabat karib dengan urusan hati. Aa’ Gym bilang sih masalah Qolbu. Nah, hati yang sehat itu adalah hati yang terbebas dari berbagai penyakit hati. Firman Allah: “(Yaitu) di hari yang harta dan anak-anak tidak akan bermanfaat kecuali siapa yang datang mengharap Allah dengan membawa hati yang selamat.” (Asy-Syura: 88-89). Begitu pentingnya perkara hati, hingga harta benda yang diburu dan anak-anak yang sukses dengan materinya dan sangat dibanggakan tak akan bermanfaat, kecuali bagi orang-orang yang datang menghadap Allah denagn hati yang selamat (sehat) dari semua hawa nafsu yang memalingkannya pada kebenaran dan keagungan Allah swt.

Di antara ciri hati yang sehat, jika ia mencintai maka cintanya karena Allah; bila ia membenci maka bencinya juga karena Allah; jika ia memberi maka memberinya ikhlas karena Allah; dan jika ia menolak sesuatu maka menolaknya hanya karena takut akan murka Allah. Ada kaitannya juga dengan bagaimana kita mengendalikan diri (emosi). Sudah terbukti bahwa senyum (sesederhana apapun) bisa meredam marah bahkan disaaat paling menjengkelkan sekalipun. Pada dasarnya, semua orang bisa tersenyum, namun kadangkala karena ketidakseimbangan baik fisik apalagi mental membuat sebagian orang sulit untuk tersenyum. Kasihan banget ya…!? padahal hidup ini terlalu indah untuk bermuram durja. Bahkan Rasulullah saw menegaskan makna tersenyum dalam sabda beliau, “Senyummu kepada saudaramu adalah sedekah,” (HR Muslim). Senyum adalah sedekah, karena orang yang tersenyum adalah orang yang mampu memberikan rasa aman, nyaman dan rasa persaudaraan pada orang lain. Sebaliknya, orang yang hanya cemberut saja, mudah tersinggung dan marah akan dijauhi banyak orang. Kondisi yang terakhir justru akan merusak keseimbangan fisik, tekanan darah naik, detak jantung tidak menentu dan lekas tua. Dalam dunia kesehatan ditemukan bahwa orang yang tersenyum, tertawa tidak berlebihan, membuat jasmaninya sehat terutama dapat mengendorkan ketegangan otot wajah, wajahnya selalu terlihat berseri dan indah dipandang.

Tak kalah penting, kesehatan fisik juga harus diperhatikan. Pola makan, tidur, dan olahraga tentu berpengaruh besar terhadap stamina dan kesehatan tubuh. Kenapa pola hidup itu sangat mempengaruhi kesehatan? Ga hanya kegiatan kita sehari-hari yang punya jadwal yang terpola, tapi metabolisme tubuh pun sudah punya fix schedule yang sangat bergantung dengan kebiasaan (pola) hidup masing-masing orang. Contoh normalnya (masih inget pelajaran biologi bab metabolisme??) sebelum tengah malam terjadi proses de-toxin di bagian kelenjar getah bening yang harus berjalan dalam kondisi tubuh yang santai dan tenang. Pada waktu ini lebih baik ukhti berhenti dari pekerjaan yang perlu energi besar atau konsentrasi tinggi seperi cuci baju, ngerjakan rapelan tugas kuliah, nyusun skripsi, atau bikin artikel (seperti yang saya lakukan sekarang, hiks).

Sedangkan proses de-toxin dalam hati yang terjadi berikutnya justru harus terjadi dalam kondisi tidur pulas sampai dini hari (hayo…yang lagi begadang nonton bola neeh..). Proses ini berlanjut dalam empedu lalu paru-paru hingga berakhir di usus besar sehingga harus buang air di pagi hari. Jadi, tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang bisa mengacaukan proses pembuangan zat-zat yang tidak berguna.

Satu hal lagi yang juga penting, bahkan berkali-kali diingatkan oleh Bu Rina (ya kan, Bu!?), makan di pagi hari alias sarapan karena pada saat itu adalah waktu penyerapan gizi makanan bagi usus kecil. Nah, bagi mereka yang tidak sarapan (ini sekalian nasehatin diri sendiri..he..he..) harap merubah kebiasaan ini, bahkan masih lebih baik terlambat hingga pukul 9 atau 10 daripada tidak makan sama sekali.

Last but not least, olahraga !! Rasanya ga perlu dikupas jauh-jauh. Saya yakin ukhti semua ga meragukan treatment yang satu ini untuk melestarikan kesehatan fisik kita. Kebanyakan dari para orang tua yang masa mudanya tak pernah sepi dari aktivitas “cari keringat”, bisa terhindar dari resiko penyakit jantung, kanker hati, atau gejala-gejala menurunnya stamina tubuh sebelum lansia (orang jawa bilang : buyuten; buyut = orang tuanya nenek & kakek; buyuten = menjadi seperti buyut). Ga susah kok untuk berolahraga. Bisa senam, jogging, aerobik, bulu tangkis, “dan banyak lagi yang lainnya….toret ! toret !!” (ini mirip lirik lagunya Bang Rhoma). Masih kurang? Boleh juga ditambah frekuensinya, dari yang 1x seminggu bisa 2-4x seminggu. Masih kurang juga? Tiap hari juga tambah bagus. Inget kan betapa berat latihan fisiknya murid-murid di Perguruan Shaolin ? Mulai dari mencari air dengan 2 timba, menebang kayu, mengumpulkan batu di keranjang punggung, semua dilakukan dengan tubuh yang diberi tambahan beban berupa lempengan logam berat di kedua kaki, kedua pergelangan tangan dan di perut, setiap hari. Waah, jadi inget sama anak tingkat satu yang baru-baru ini bikin penampakan di sekitar kampus setiap hari dengan kardus besar bututnya dan ransel yang lebih gede daripada yang bawa. Pernah bayangkan betapa beratnya? Pernah nanya berapa kilo totalnya?? Apa? Ada yang belum tau? Siapa sih?? Apaan sih?? Tunggu di UKHTI edisi berikutnya….

Intinya, apapun cara yang ukhti semua tempuh demi menjaga kesehatan da kebugaran jasmani rohani, jangan lupa diniatkan atas dasar ungkapan syukur dan terima kasih kita pada Allah swt, atas dasar rasa cinta kita yang tidak mungkin bisa menyamai rasa cintaNya kepada kita. Jadi, selagi mampu, perlakukanlah hati dan tubuh kita dengan bijak. Jangan sampai kita menyesal belakangan.

Mumpung masih muda
Mumpung masih sehat
Mumpung masih longgar
Mumpung masih hidup

Semoga, Insya Allah.

Advertisements

~ by Ayuning Mazasupa on January 26, 2007.

2 Responses to “HIDUP SEHAT, HIDUP BAHAGIA”

  1. Ukhtina,pertama kulihat judul,tampaknya sangat menyenangkan. Kubaca isi,sungguh impian semua orang. Maaf telah aku coppy dan edit dalam bloggku,KESEHATAN BUKANLAH SEGALA-GALANYA,TANPA KESEHATAN SEGALA-GALANYA TAK BERARTI APA-APA.

  2. makasih. Smoga dpt bermanfaat sll….
    Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: