Mr. Widyo Pura Buana

ReAd Me ! So you know about me.
ReAd_Me #2 ed (23 Jan – 4 Feb 2007)
by Achzam

Kali ini ReAd_Me menampilkan profil dosen Paket PPD kita, Bapak Widyo Pura Buana. Keramahan, kedekatan, kelemahlembutan, serta kesederhanaannya dalam mengajar, menjadi alasan kuat kami untuk mewawancarai beliau. So, perhatikan ya! Karena ada banyak pelajaran dan makna-makna penggugah hati di setiap untaian kalimat yang keluar dari lisan beliau. Silahkan menyelam. Byuur!!!

ReAd_Me : Di edisi kedua ini kami mengangkat tema upgrade. Kami sekelas memperoleh kesan yang spesial ketika Bapak mengajar. Berbagai pengalaman yang Bapak sampaikan kepada kami telah memberi motivasi dan inspirasi tentang pentingnya mengembangkan diri, tidak hanya dalam kualitas akademis tetapi juga keterampilan/skill dalam kehidupan yang sebenarnya juga dalam dunia kerja! Nah, menurut Bapak, apa sich upgrade itu?

PAK WIDYO : Menurut saya, tema upgrade adalah tema yang menarik. Upgrade itu kan dari sesuatu yang simpel dan sederhana diubah menajadi suatu yang lebih kompleks dan canggih. Kalau dari SPSS 10 kita upgrade menjadi SPSS 11, 12, 13, 14, itu berarti dari sisi kemampuan, dia harus memiliki kelebihan dari versi sebelumnya. Termasuk anda juga harus mengupgrade diri. Istilahnya adalah human development atau pengembangan sumber daya manusia. Saya sendiri di BPS tidak merasa tersentuh dengan program human development di sana. Sehingga dari situ, saya merasa harus mengembangkan diri saya sendiri. Kalau Anda jurusan komputasi, maka anda tidak boleh hanya terpaku dengan komputer. Anda perlu juga mempelajari demografi, sosial, dan ekonomi misalnya. Sehingga pada saat statistik itu bicara overall, Anda akan mengetahui lebih banyak. Itulah kenapa, disamping komputasi, saya memilih sektor pertanian. Karena saya ingin mengembangkan pertanian Indonesia.

ReAd_Me : Sayangnya, fenomena yang terjadi hampir disetiap generasi KS adalah KomputasiPhobia karena banyak teman-teman yang masuk ke KS bukan berdasarkan pilihannya sendiri. Menurut Bapak bagaimana mengatasi masalah ini?

PAK WIDYO : Kalau saya perhatikan, Anda harus cerdas mencari peluang, mumpung Anda masih belum terbebani dengan bermacam-macam tanggung jawab. Sebenarnya banyak kesempatan yang terhampar di bidang komputasi. Saya kagum dengan teman saya yang bisa ngisi di majalah PCPlus. Karena kalau anda menemukan teknik sederhana tentang suatu program lalu dikirimkan, kemungkinan besar pihak redaksi PCPlus menerima karya anda. Nah, bagaimana hal itu terjadi? Bisa, asal Anda mau mengupgrade diri anda. Saat kuliah tadi saya menuturkan bahwa sistem belajar saya adalah, kalau saya belum menguasai software tertentu, saya akan berinteraksi terus dengannya. Ketika menemukan cara di help file, saya akan dokumentasikan urutan langkah-langkahnya beserta gambar hasil printscreennya, misal ke dalam word. Itulah kenapa saya memberi Anda tugas membuat tutorial CSPro. Karena saya ingin anda mempelajari sesuatu dengan cara yang saya miliki.

ReAd_Me : Waah…untuk menjadi Pak Widyo yang seperti sekarang ini, pasti ada orang-orang di belakang layar yang telah berjasa dalam kehidupan Bapak. Kalau boleh tahu, siapa idola Bapak yang begitu berpengaruh dalam prestasi Bapak selama ini?

PAK WIDYO : Idola pertama saya adalah ibu. Saya adalah anak yang sering diejek sehingga saya sering mengurung diri dari bermain. Tetapi ibu saya menyuruh saya berani. Itulah ibu saya. Kemudian juga Rasulullah. Dengan berangkat dari keyakinan kepada Allah, walaupun Rasulullah bukan orang berada tetapi sifat ketergantungan kepada orang itu tidak ada. Jadi, kita harus senantiasa berusaha. Kemudian, B.J. Habibie, idola saya waktu SMA. Karena dia bisa membawa Indonesia dikenal berkat kontribusi ilmunya. Jadi, manusia bisa dikenal melalui ilmunya. Sejak saat itu saya jadi suka ilmu. Lalu Bulik saya (red: Tante) yang sudah membiayai kuliah saya. Berikutnya, dosen pembimbing saya di ITS dan di sini ada Ibu Ekaria. Kenapa saya memilih beliau? Karena pada saat saya sakit beliau melakukan pendekatan persuasif. Di sisi lain, cara ngajar beliau jg sistematis. Pada saat kita melakukan pendekatan pribadi, mahasiswa atau siapapun akan sungkan. Tetapi kalau kita melakukan pendekatan secara militer, orang akan berontak. Misalnya, kalau saya bersikap keras dg anak saya, dia akan berontak. Tetapi kalau saya bilang terserah, dia akan menangis. Jadi, bagaimana kita membangun pendekatan persuasif yang akan menghasilkan penghormatan dan penghargaan dari orang-orang di sekeliling kita.

ReAd_Me : Menarik sekali ketika Bapak berbicara bahwa proses pengembangan diri tidak boleh dilakukan secara individual. Melainkan harus ada kerja tim, harus ada benturan pemikiran di antara individu. Nah, di sinilah kami memposisikan diri, saat lahirnya sebuah motivasi untuk saling berbagi melalui mading yang sederhana. Satu hal yang menjadi latar belakang mading ini adalah kenyataan bahwa paradigma study oriented masih melekat pada sebagian besar mahasiswa STIS, sehingga permasalahan–permasalahan yang menimpa di kehidupan sekitar kita seringkali tidak tersentuh oleh komunitas mahasiswa. Padahal jika dilihat dari peranan mahasiswa STIS dan dunia kerja di BPS nanti, dipastikan bahwa hal-hal yang dialami oleh negeri kita merupakan tinjauan utama dalam kerangka berpikir seorang statistisi. Melihat keadaan seperti ini, apa saran Bapak untuk mahasiswa STIS ?

PAK WIDYO : Mungkin, perlu sering diadakan diskusi-diskusi internal mengenai issue-issue terkini yang patut dicermati sebagai insan perstatistikan. Kita bisa mengadakan seminar tentang suatu tema penting. Misalnya tema kemiskinan, berkembangnya perusahaan multinasional, atau tentang ilegal logging. Itu adalah salah satu cara untuk menimbulkan kepekaan sosial dan perasaan peduli kepada permasalahan bangsa ini. Di sisi lain, ini akan sangat bermanfaat dalam rangka aktualisasi diri dari ilmu di bangku perkuliahan menjadi sesuatu yang konkrit di dunia nyata. Jangan salah kalau skill seperti ini justru sangat terasa kegunaannya saat Anda misalnya dipercaya menjadi pimpinan BPS di daerah.

ReAd_Me : Yang terakhir, Pak. Pesan Bapak untuk ReAd_Me ?

PAK WIDYO : Saya salut dengan apa yang Anda lakukan. Menurut saya, ini juga wujud dari aktualisasi diri Anda untuk mempelajari dan mempersiapkan masa depan. Karena saya tahu, jurnalistik sebenarnya agak sulit. Tapi kalau Anda yakin, “Layang-layang itu bisa terbang karena angin”, maka segala tantangan di kehidupan ini ibarat angin supaya Anda bisa naik ke level yang lebih tinggi. Itulah makna upgrade yang sebenarnya.

ReAd_Me : Terima kasih banyak, Pak. Bapak sudah berkenan menyempatkan waktu hingga malam-malam begini. Maaf ya, Pak kalau jadi mengganggu jadwal kegiatan Bapak.

PAK WIDYO : Oh, gak papa. Justru kalau Anda ada waktu, silahkan mampir ke BPS, dengan senang hati kita bisa diskusi atau sekedar share tentang banyak hal.

Advertisements

~ by Ayuning Mazasupa on January 26, 2007.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: