PERAMPOKAN SEUMUR HIDUP ?

Quiz dalam Be-ReAd-ta
ReAd Me #1 ed (9 Jan 2007-22 Jan 2007)

Hidup Miskin di Negeri yang Kaya
Laporan Bank Dunia terbaru (Media Indonesia, 11/12/2006) tentang 100 juta penduduk Indonesia yang hidup di bawah garis kemiskinan sangat menyedihkan. Ukurannya berpenghasilan di bawah US$ 2 atau kurang dari Rp18 ribu per hari. Jumlah 100 juta tentu bukan angka yang kecil, namun justru sangat besar, karena hampir mendekati setengah dari 220 juta penduduk Indonesia. Kalau kemiskinan itu terjadi di negeri yang tandus, gersang, dan tanpa kekayaan alam yang berarti, tentu bisa dimengerti. Namun itu terjadi di Indonesia : negeri yang kaya dan subur. Sungguh sangat ironis.
Tentu saja ada yang keliru dari pengeloaan kekayaan alam kita. Tengoklah kembali berapa banyak kekayaan milik rakyat yang dirampok besar-besaran.

SUMBER
KILANG LNG ARUN (ACEH)
Pemilik : Pertamina (55%), Exxon Mobile (30%), Japan Indonesia LNC Co (15%)
KEKAYAAN
Cadangan : 17,1 triliun kubik gas.
Kapasitas produksi : 220 kargo atau 6,5 juta ton per tahun. Hingga 2002 sudah 70% cadangan gas yang dikuras.

SUMBER
BLOK CEPU
Pemilik : Exxon Mobile (45%), Pertamina (45%), daerah (10%). Kontrak berakhir tahun 2010 dan diperpanjang hingga 2030.
KEKAYAAN
Cadangan Minyak : 781 juta barel (versi Exxon). Produksi puncak : 165 ribu barel per hari. Potensi pendapatan (kotor) : US$700 juta-1,2 miliar per tahun.

SUMBER
PAPUA
Pemilik : Freeport (81,28%), PT Indocopper Investama (9,4%), Pemerintah RI (9,4%). Masa kontrak tahap pertama 1967-1997, kontrak pertama belum selesai dibuat kontrak baru tahun 1991 diperpanjang 30 tahun hingga 2021.
KEKAYAAN
Cadangan emas terbesar kedua di dunia : 86,2 juta ons emas; 32,2 juta ton tembaga; 154,9 juta ons perak. Total produksi : 25,8 juta ons emas dan 7,5 juta ton tembaga sejak 1988 hingga 2004. Total pendapatan Freeport : US$2,3 miliar (2004), US$4,2 miliar (2005). Setoran ke pemerintah : US$308 juta (2004) dan US$1,16 miliar (2005).

SUMBER
NUSA TENGGARA Pemilik : Newmont Indonesia Ltd (45%), Nusat Tenggara Mining Corp (35%), dan PT Pukuafu Indah (20%). Masa kontrak 1986-2030.
KEKAYAAN
Cadangan : 11,9 juta ons emas dan 10,6 juta ton tembaga. Setoran ke pemerintah : US$ 35,9 juta setiap tahun

SUMBER
MINAHASA Pemilik : Newmont Mining Corp (80%), PT Tajung Sarapung (20%). Masa kontrak 1986-2016.
KEKAYAAN
Cadangan : 2 juta ons emas. Total produksi : 2 juta ons emas. Setoran ke pemerintah : US$104,12 juta.

Belajar dari Venezuela dan Bolivia
Tahun 2002, Presiden Venezuela—pro nasionalisasi—Hugo Chaves, sempat digulingkan selama tiga hari oleh para pengusaha minyak. Namun, Hugo Chaves berhasil bangkit dengan menguasai Petroleos de Venezuela, perusahaan minyak negara itu dari tangan para konglomerat minyak. Tak lama setelah itu, Chaves menggunakan keuntungan dari penjualan minyak untuk subsidi pangan, pendidikan gratis di universitas, bantuan pada para janda yang punya anak, serta tunjangan kesehatan. (Sumber : Kompas, 4/12/2006)
Hal ini membuat Chaves mendapat dukungan rakyat yang berdiri di belakangnya dengan membentuk barisan Chavista. Chaves segera membangun opini rakyat untuk menentang imperialisme ekonomi dengan siaran Alo Presidente di stasiun TV selama 6 jam per minggu. (Sumber : National Geographic Indonesia, April 2006)
Evo Morales (46) setelah lima bulan menjadi presiden Bolivia, mengeluarkan Dekrit Presiden Nomor 28701 tentang nasionalisasi industri migas. Tanggal 1 Mei 2006 tentara Bolivia menduduki 56 ladang gas dan minyak serta instalasi penyulingan di seluruh negeri. Jika tidak setuju dengan upaya nasionalisasi dalam dekrit tersebut, perusahaan-perusahaan asing yang bergerak di pertambangan migas itu dipersilakan meninggalkan Bolivia. Akhirnya, sehari sebelum tenggat, 29 Oktober 2006, semua korporasi besar yang beroperasi di Bolivia memilih tetap di Bolivia, tunduk pada kemauan pemerintah, yang hakikatnya adalah kemauan rakyat Bolivia.
Chaves dan Morales mampu menerobos kendala mental, moral, politik, dan ekonomi yang sengaja dipasang berbagai korporasi asing. Lalu kapan giliran pemimpin Indonesia membebaskan rakyat dari perampokan ini?
[disarikan dari ”Mengembalikan Kekayaan Milik Rakyat,” Majalah al-wa’ie No.77 Tahun VII, Januari 2007]

Quiz :
setelah baca be-ReAd-ta kali ini, solusi apa yang tergambar dalam benak ReAders untuk melepaskan rakyat Indonesia dari usaha perampokan tersebut ? Jangan lupa bahwa selain intervensi di bidang ekonomi seperti di atas, Indonesia juga menderita intimidasi besar-besaran baik secara politik maupun diplomatik.
Ayo tulis ide cemerlang ReAders di atas kertas HVS A4, sebanyak apa pun. Boleh diketik atau tulis tangan. Langsung ke ReAd-aksi atao Via email ke mazasupa@yahoo.com. Jawaban ditunggu sampai ReAd Me edisi berikutnya. Bagi 1 (satu) jawaban terbaik akan memperoleh hadiah sebuah majalah Al-Wa’ie No. 77/ Januari 2007 plus sebuah live-CD kubuntu.

Advertisements

~ by Ayuning Mazasupa on January 26, 2007.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: