DI MANA, PEMUDA?

Kami bertanya padamu, wahai para pemuda,
Tentang negeri yang indah terbentang di khatulistiwa,
Tentang buana yang mempesona berjuta warna,
Tentang bumi, laut, dan seisinya,
Tentan cakrawala luas dan hiasannya,
Kemana raibnya…??

Kami bertanya padamu, wahai para pemuda,
Tentang pegunungan tinggi citamu,
Tentang lereng-lereng terjal kegigihanmu,
Tentang lembah-lembah subur kesabaranmu,
Tentang muara sungai pengorbananmu,
Kemana larinya…??

Kami tanyakan padamu, wahai pemuda,
Di mana darah para syuhada yang mengaliri tubuhmu?
Padahal di antara kalian adalah Abu Bakar, Umar, Khalid bin Walid, ….
Di mana cahaya benderang menyinari dunia yang kian gulita?
Padahal di antara kalian adalah Al-Khawaritzmi, Ibnu Khaldun, Ibnu Sina, ….

Kami tak tahu sampai kapan sanggup menunggu,
Dalam kesunyian yang tak berpenghujung.
Kami tak tahu sampai kapan mampu menanti,
Lahirnya kedewasaan di antara anak cucu negeri.
Tengoklah kami….
Tak terbilang jumlah kami mengharapmu beraksi
Menuntut gerakmu dengan penuh mimpi.

Andai kami tahu di mana engkau letakkan tanggung jawab,
Tentu kami akan menunjukimu saat kau lupa.
Andai kami mengerti di mana engkau sembunyikan rasa malu,
Pastilah akan kami pasang tabir di rona wajahmu.
Sayangnya kami terlalu heran saat empati telah sirna di hatimu.
Sayangnya kami begitu bingung pada amanat-amanat kami,
Kemana kau bawa pergi ?

Kami tanyakan padamu, wahai pemuda.
Di mana perjuanganmu?

[matsu]

Advertisements

~ by Ayuning Mazasupa on March 2, 2007.

2 Responses to “DI MANA, PEMUDA?”

  1. yupz,,, sepakat!!!
    sosok manusia yang kini berada dalam tahap idealis kehidupan
    sosok manusia yang segar dan flexibel bergerak untuk memperluas jangkauan,,
    namun kini agak sulit juga nyari pemuda yang sesegar ini,,, ada dimana ya??? sepertinya kita yang udah sadar duluan nih perlu menggerakkna potensi yang tertidur,,, gimana2??? 🙂

    ======

    iya, bener banget. smg kita bisa bermanfaat buat orang-orang disekitar kita bahkan di manapun berada. amin

  2. apalah artinya hidup seorang pemuda tanpa ada pemudi. Jika dua orang pemuda pemudi bersatu dalam satu asa, satu hati, satu cita-cita, oh alangkah indahnya dunia ini. Ayo pemuda singsingkan lengan bajumu, bangun dari tidur panjangmu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: