Make Over_the 3rd edition

Dari ReAd-aksi
ReAd_Me #3ed
by_Matsu Mazasupa

Duhai, saudaraku….

Surat cinta ini kutulis dalam selaksa resah dan gundah. Di tengah pilu dan tangis ribuan manusia yang bersedih. Dalam kerumunan hiruk pikuk anak-anak dan sanak keluarganya. Di antara deru deburnya gelombang bah yang menjelajah, merangsek masuk di sela-sela hangatnya selimut bayi dan membawa serta segala yang ditemuinya, entah ke mana.

banjir1-busway
(busway tenggelam??)

Saudaraku tercinta, surat cinta ini kutulis dalam suasana keprihatinan yang teramat dalam. Mungkin sedalam lumpur yang ikut terkirim melapisi jalanan, pelataran rumah, hingga lantai kamar mandi ribuan rumah yang terendam sejak dini hari itu.

banjir2-busway
(busway depan gang rumahku)

Duka. Mengeja seribu lara di hati, di bawah remang-remang malam, saat air meluap bermuara di tepian jalan. Menyapu tiap hela nafas yang tersengal-sengal, tanpa menghiraukan teriakan jangkrik di penghujung malam. Memaksa penghuni tiap rumah-rumah mungil di bawah sana menyelamatkan diri dengan segera. Membawa apa saja yang masih sempat dibawa, walau hanya nyawa dan sehelai pakaian yang melekat di tubuhnya.

depan rumah
(tong biru itu adalah perahu darurat, tertambat di titik akhir ketinggian banjir, tepat di depan pagar rumahku)

Pesona. Itu yang kutangkap dan tengah kunikmati diantara lelah dan peluh yang membasahi tubuh-tubuh tegar di antara kalian. Kalian yang rela menggadaikan waktu, pikiran, materi, tenaga, dan apapun yang kalian miliki demi melihat sesungging senyum. Sesungging senyum yang tergambar di bibir mungil anak-anak yang tidur kedinginan di pelataran rumah tetangganya. Sesungging senyum lambang ketabahan seorang ayah yang anak dan istrinya terjebak di derasnya pusaran air di bibir tanggul sungai Ciliwung. Sesungging senyum ketegaran ribuan pengikut Muhammad, Rasul Akhir Zaman, akan cobaanNya sebagai peringatan dan wujud Cinta KasihNya yang tak terhitung pada umatnya.

Tapi, tahukah kau saudaraku yang kucintai dengan sepenuh hatiku, banjir yang jauh lebih dahsyat justru menyelinap dan kini membadai menderu di pikiranku. Saat begitu banyak orang yang membutuhkan pertolongan kita, kupastikan akan ada sayup suara yang begitu pelan tapi pasti menggerogoti tekad dan niat kita. Tahukah kau, saudaraku, aku merasa begitu tersiksa kala hatiku goyah. Sungguh, yang kutakutkan tidak lain jika seluruh waktu, pikiran, materi, tenaga, dan apapun yang telah kalian curahkan menjadi sia-sia belaka tanpa suatu keikhlasan dan ketulusan tanpa pamrih. Jika segala yang kita lakukan bukan berlandaskan cinta kita pada Tuhan dan perintahnya untuk menolong sesama. Jika segala yang kita perbuat ternodai dengan cinta pada yang lain, selain pada Tuhan Yang Esa. Ternodai dengan cinta pada pesona, pada pujian, pada acungan jempol, pada kebanggaan, pada kesombongan, terlebih…. ternodai dengan cinta pada …manusia.

Surat cinta ini kuakhiri di antara penatnya pikiran dan tubuh yang lemah ini. Di tengah cintaku yang meluap tak terbendung pada kalian, saudaraku. Aku tidak ingin, saat-saat kritis seperti ini menjadikan semangat kalian pudar untuk memperjuangkan kehidupan dan kematian yang sempurna. Aku tidak ingin, setelah semua ini berlalu, kalian merasa telah kehilangan segalanya. Lalu seenaknya memutuskan untuk MAKE IT OVER ???? Oh, no ! Tidak seharusnya begitu kan, sayang!? Saat ini justru waktu yang tepat untuk bangkit kembali dengan semangat untuk merubah segala keterpurukan. MAKE OVER !!!

Advertisements

~ by Ayuning Mazasupa on March 2, 2007.

One Response to “Make Over_the 3rd edition”

  1. Bagus.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: