Rumah Kita

hanya bilik bambu
tempat tinggal kita
tanpa hiasan
tanpa lukisan
beratap jerami
beralaskan tanah
namun semua ini punya kita
meman semua ini milik kita
sendiri …

hanya alang-alang
pagar rumah kita
tanpa anyelir
tanpa melati
hanya bunga bakung
tumbuh di halaman
namun semua ini punya kita
memang semua ini milik kita
haruskah ..

kita beranjak ke kota
yang penuh dengan tanya …

reff :

lebih baik disini
rumah kita sendiri
segala nikmat dan anugerah
yang kuasa
semuanya .. ada disini
rumah kita …

Advertisements

~ by Ayuning Mazasupa on March 2, 2007.

4 Responses to “Rumah Kita”

  1. Moshi-Moshi…

    Kenalkan saya Mase Matsu (Ayu) hahaha… disebelahku ada yang ngomong… “Halo… saya ibuknya Bagus..” wakakakakak…

    trus bagaimana kita ambil sikap buat Gepenk (gelandangan/Pengemis) di perempatan jalan yang teroganisir?

  2. undang2 mengenai pengemis udah di syahkan lho! mungkin beberapa bulan lagi kita nggak lihat pengemis lagi di jakarta. pro dan kontra? biasalah!

  3. Rumahku…rumahmu…rumah kita semua. apaan tuh?

  4. buat Mas Bagus : Ibuknya Bagus sekarang makin lucu lho,
    ntar deh, besok sore klo aku dah nyampe jogja, ta critani…

    buat Mas Rusdin : Antum pegang rekor komentator ter-rajin.
    setahuku sih, klo kata Undang-Undang (negara RI), pengemis itu dipelihara Negara.
    Jadi keberadaan pengemis itu memang tetap dipelihara,,,
    dipelihara supaya tetap ada pengemisnya
    itu kan maknanya dipelihara…

    jadi, aku sih ga bisa mengandalkan UU negara kita, Mas
    ga bakal maju-maju deh.
    🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: