the last session

110707 14:00

kelas terakhirku di tingkat 2… (semoga…, amin)
biasa?
tak ada yang spesial?
tunggu…
ada sesuatu yang tak kasat mata,
tapi entah apa…
tetap ada sesuatu yang manis,
yang tak terbersit sebelumnya olehku.

kukira hanya aku yang begitu takut merasa kehilangan,
tapi ternyata aku tak sendiri.
aku berusaha keras mengusir rasa takut itu,
karena aku ingin meyakinkan semua orang, terlebih diriku sendiri…
bahwa aku akan selalu ada, seperti kau selama ini,
tetap ada di sini.

terima kasih telah membuat semua terasa manis, selama ini.
kalaupun kemarin aku tak ada bersamamu untuk menikmati gula-gula yang kau bawa,
itu bukan karna aku tak suka, atau menafikan gelisah di penghujung waktu ini…
melainkan karna persaudaraan kita tidak berawal dari sebuah makan siang di kantin,
bukan pula permen atau coklat yang membuatnya menjadi terasa manis,
dan aku yakin bahwa kau pun tahu itu.

bintang tinggi mengajarkanku tuk menikmati rasa.
tak ada salahnya merasa takut kehilangan.
hanya saja aku ingin membuat rasa itu selalu berbeda,
karna aku ingin tak ada yang bisa melampaui manisnya kopi tubruk tanpa gula,
entah itu permen, coklat, atau buku sekalipun.

karena aku ingin meyakinkan semua orang, terlebih diriku sendiri…
bahwa aku tak akan menanti, untuk bintang tinggi sekalipun,
tapi, mungkin…
aku hanya menyiapkan diri…

walau aku tak tahu apa yang tengah terjadi di sebrang sana.
apakah deskripsi kian terkikis oleh masa…
atau angin pagi yang memang harus berhembus pergi…
aku tak tahu…
benar-benar tak tahu…. .

Advertisements

~ by Ayuning Mazasupa on July 12, 2007.

3 Responses to “the last session”

  1. KUE CINTA

    bahan

    1 pria takut Tuhan,
    1 wanita takut Tuhan,
    100% Komitmen,
    2 pasang restu orang tua,
    1 botol kasih sayang murni.

    bumbu:
    20 galon doa,
    1 balok besar humor,
    25 gr rekreasi,
    2 sendok teh telpon-telponan,
    Semuanya diaduk hingga merata dan mengembang.

    tips:

    Pilih pria dan wanita yang benar-benar matang dan seimbang.
    Jangan yang satu terlalu tua dan yang lainnya terlalu muda karena dapat mempengaruhi kelezatan (sebaiknya dibeli di toserba bernama TEMPAT IBADAH,walaupun agak jual mahal tapi mutunya terjamin.)
    Jangan beli di pasar yang bernama DISKOTIK atau PARTY karena walaupun modelnya bagus dan harum baunya tapi kadang menipu konsumen atau kadang menggunakan zat pewarna yang bisa merusak kesehatan.
    Gunakan Kasih sayang cap”IMAN, HARAP & KASIH” yang telah mendapatkan penghargaan ISO dari Departemen Kesehatan dan Kerohanian.
    cara memasak

    Pria dan Wanita dicuci bersih, buang semua masa lalunya sehingga tersisa niat yang murni.
    Siapkan loyang yang telah diolesi dengan komitmen dan restu orang tua secara merata.
    Masukkan niat yang murni ke dalam loyang dan panggang dengan api cinta, merata sekitar 30 menit di depan penghulu dan Tuhan
    Biarkan di dalam loyang tadi dan sirami dengan semua bumbu di atas.
    Kue siap dinikmati.

    ! catatan:
    Kue ini dapat dinikmati oleh pembuatnya seumur hidup dan paling enak dinikmati dalam keadaan kasih yang hangat. Tapi kalau sudah agak dingin, tambahkan lagi humor segar secukupnya, rekreasi sesuai selera, serta beberapa galon doa kemudian dihangatkan lagi di oven bermerek “Tempat Ibadah” diatas api cinta. Setelah mulai hangat, jangan lupa telepon- teleponan bila berjauhan.

  2. deuh…yang lagi seneng nich..
    sampe setega itu ngiming2 kue cintanya..
    masalahnya aku tetep aja ga bisa nebeng nyicip kue cintamu, ya Mas..
    coz kayaknya musti bikin sendiri, n ga dijual di toko manapun..he3x

    halah..sek suwe, Mas…
    dirimu ki, senengane ngece…
    yo kono..
    maju tempur-o dhisik..
    ngko ta susul wis…hi3x..

  3. buat yang suka cerewet sama tulisanku :

    “… . Krn aq tahu dia pasti mngerti. …”

    ok, pada hampir semua kasus tulisan yang kutulis untuk dia, aq yakin, dia pasti mengerti.
    masalahnya kali ini, tulisan ini bukan untuk dia–yang bagaimanapun, aq yakin, dia pasti mengerti–.
    tulisan ini untuk seseorang lain yang suuulit sekali mengerti bahasa “njelimet”.
    jadi, terpaksa aq begitu to the point.

    lain kali, jangan terlalu ge-er ya..he3x..
    pahami dulu sudut pandang dan tujuan penulisannya

    peace, yow!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: