Salam Perdamaian

Makanya tho, jangan aneh2
Lha wong lagi enak2nya berlibur dalam damai
tiba2 “bikin ulah”
Coba apa yang terlintas ketika orang baca ini, ini, terus ini, dan ini.
Lalu seenaknya sendiri mengganti wajah…ha…ha.., ternyata cuma iseng.
yah..bolehlah, terserah.., kupikir ada apa-apa.

Bukankah perjanjian damai tak harus diukir di atas prasasti?
Waktu mengajarkan kita untuk mereguk damai dalam diam, dalam keheningan gugusan bintang, dalam kesunyian hembusan angin.
Mereka yang mengantarkan perdamaian itu, tak selalu lewat kata.
Karena aku takut, kata, bisa membawa luka.
Dan aku tak ingin itu terjadi, terlebih pada orang yang …
(akh, tak kuasa aku meneruskan)

Advertisements

~ by Ayuning Mazasupa on October 5, 2007.

6 Responses to “Salam Perdamaian”

  1. aah…cerewet sekali 😀

  2. bukankah tulisanku di atas jelas sekali artinya bahwa “AKU SALAH KIRA”?
    beda dengan beberapa bait ini4x, yang tentunya boleh diintepretasikan oleh pembaca sesuai pemahamannya. Tiap intepretasi kan makin memperkaya puisi. Tak peduli bagaimana makna sebenarnya yang ingin disampaikan si penyair, karena puisinya tentu hanya milik ia sendiri, sedemikian privasi dan subyektif. Mungkin ini salah satu alasan bagi sebagian orang yang lebih memilih untuk tidak menterjemahkan suatu puisi.

    tapi, aku angkat topi untuk seniorku yang satu ini
    (bukan senior yang orang gila, lho)

    Hi..hi..hi..kalo lagi cerewet, wajah smp pasti lucu sekali..
    begitu susah payahnya membuatku mengerti..hi…hi..hi…

    menginginkan kemenangan dalam setiap perdebatan…
    ya, ya, ya 🙂

  3. Apa kabar? Pusinya sudah mencerahkan. hanya saja butuh beberapa perbaikan dalam mengungkapkannya. saya lebih senang jika mengungkapkan puisi dengan seluruh jiwa dan raga. artinya apa? sebaiknya, sebuah puisi mesti memerhatikan unsur emosional dan spiritual. itu penting.

    puisi perdamaian di atas, sebaiknya diarahkan kepada perdamaian penuh cinta. bukan malah, memarah-marahi orang lain atau memojokkan orang lain. itu terkesan menggurui bahkan mempersalahkan orang lain. ambil contoh, ketika adik menuliskan :makanya toh jangan aneh2″ itu membuat sebagian pembaca tersisihkan dan merasa dipojokkan. saya sarankan ungkapkan dengan cara yang ‘postif’.

    mau tahu bagaimana mengungkapkan kemarahan dengan cara positif? penasaran? kapan-kapan saya beri tahu ya..sabar ya Adikku.

    ============================

    silahkan penasaran, memang itu bukan konsumsi umum
    he…he.. versi “BO”, Bimbingan Orangtua (maksa)

    setidaknya, satu lagi contoh postingan yang tidak harus dimengerti kak rusdin
    seperti halnya pada salah satu cerita saya tentang “Rantai Kebohongan (1)”.
    justru saya bingung, mana mungkin Kak Rusdin ngerti!???
    maaf ya..terimalah itu apa adanya
    memang perlu diperbaiki, tapi saya ingin itu tetap apa adanya,
    toh tujuan penulisan sudah terpenuhi.
    maaf…maaf sekali

    *btw, bukannya saya minta kakak mampir lagi untuk “klarifikasi”, yang itu tuh..!??

  4. nah..cara mengungkapkan sesuatu dengan positif, silahkan baca tulisan saya di
    http://rusdin.wordpress.com

    tulisan-tulisan saya akan memberikanmu sedikit contoh pengungkapan negatif ke arah positif. coba baca tulisan saya yang berjudul “Ayo Nikah!”, “Indahnya punya isteri di bulan ramadhan”, “Khilat itu Indah”.

    nah, antum akan dapati banyak pengungkapan yang mencerahkan pada orang lain. begitulah cara membidik pembaca menjadi tercerahkan, tidak menggurui, dan kaya akan inspirasi.

    selamat belajar ya…dan teruslah menulis.

  5. Nggak jelas dong Maza, aku salah kira harusnya di judul. aku salah kira juga isinya salam perdamaian. jadi kita damai aja deh! 😀

    ==========================
    he..he.. anda betul sekali, emang ga jelas ya,… super ga jelas bahkan… Saya sepakat kalo judulnya diganti “aku salah kira”. Tapi khawatirnya nanti orang yang mau nglaporin saya ke polisi malah besar kepala karena merasa menang dalam perdebatan.
    dan saya takut itu bakal mengganggu kesehatannya (saya baik hati, kan!?). Jadi, setelah dipertimbangkan lagi, judulnya tetep seperti sedia kala saja. He…he… maaf… Peace, yow!! 😀

  6. Dek…nomor mu ganti ya. Kok dihubungi malah nomor kamu itu “marah-marah”. Akhirnya, kaka kena mailbox. Kalo ganti nomor kasih tahu dong. hehe…
    Ya, udah. Ada hal penting yang pingin aku bisikan padamu. (wah….bahaya nih!)

    Dua bukuku, Insya Allah, awal tahun 2008 terbit! Kaka udah menerima DP dari penerbit sebanyak 6 Juta. wow asyiiiiikkkk……(narsis banget nih!)

    ========================

    afw, aku pake yang 3. kemarin bener2 boros waktu pake simpati. gara-gara promosi kontrakan aku dah abis pulsa 100rb dalam waktu kurang dari 2 minggu. hyeekss! sekarang pake 3 sebagai nomor utama sampai batas waktu yang belum bisa dipastikan.

    dari dulu, sukanya promosi mulu. Mana bukunya?? Adeknya dikasih aja dong..masa suruh beli, pelit aah! traktiran neeh..
    kayaknya emang kaka ni mahasiswa stis yang dah lebih “makmur” dari pada pns..he3..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: