sudut sekolah itu

Anda cuma bisa hidup sekali saja di dunia ini.
Tetapi jika Anda hidup dengan benar,
sekali saja sudah cukup .(john mayer)

Mungkin sudah sering orang membacanya. Tapi bagiku kalimat ini tetap special. Ia pernah bertengger, atau lebih tepatnya ditenggerkan di lab kimia, mirip seperti mading. Walau mungkin lebih dikhususkan ke nuansa “chemistry”. Kupikir quotes yang bertebaran di sana difungsikan sebagai hiasan dari tabel-tabel dan nama-nama unsur kimia. Seingatku warnanya kuning dengan tulisan hijau muda. Hanya hiasan karena mungkin hanya orang seperti aku-yang jarang mendengarkan guru-yang ingat bahwa kalimat itu pernah ada di dinding lab kimia ini.

Entah kenapa, ruang luas dan bersih itu terasa nyaman. Terlepas dari ngerinya materi pelajaran dan guru-guru yang lebih sering garang daripada bersahabat pada murid-muridnya ini. Paling-paling kelas jadi heboh cuma waktu praktikum, selebihnya sunyi, hening, mencekam…hingga ujung waktu.

Yang jelas tiap sudut ruangan itu menyimpan sejuta sejarah-yang hingga kini hampir semua detailnya kuingat. Tiap ruang sabar menanti murid-murid bengal yang sengaja terlambat masuk kelas karena mampir dulu di kantin, di lapangan, atau bahkan di ruang PPL (wacks). Tiap jengkal langit-langitnya sering mengerling diam-diam saat mengintip corat-coret di belakang buku sekolahku yang tentunya tak berhubungan sama sekali dengan isi pelajaran. Tapi justru itu yang marak dipinjam dan berpindah-pindah tangan. Akhirnya kusiapkan satu jenis buku khusus agar para pelangganku lebih leluasa. Curhat, kata mereka. Tiap ruas meja panjangnya begitu kokoh melindungi gerai tangan-tangan cekatan yang sambung-menyambung menghantarkan puluhan pesan per hari. Begitu gesitnya hingga lepas dari awasan sang guru. Dulu, kami menyebutnya CoP, Chatting on the Paper. Walau sering berakhir di tempat sampah, tapi esoknya edisi baru pasti terbit segera setelah kelas dimulai. Beda dengan yang lain, hampir semua CoP yang berakhir di tanganku saat kelas usai, hingga kini masih kusimpan lengkap di kotak sejarahku. Bahkan aku tidak menghiraukan ancaman penting untuk segera memusnahkannya begitu pesan selesai dibaca. (Maaf Nonk. I can’t do that).

Saking banyaknya kisah-kisah konyol di sana, hingga hati ini tak hentinya terkekeh2, menertawai satu demi satu kepingan waktu yang tak mungkin kembali pulang. Ya, tak kan pernah terulang. Hanya saja, andai Allah beri kesempatan, aku ingin kembali ke sana sejenak suatu saat nanti bersama … (ah, tak sanggup aku meneruskan..)

Advertisements

~ by Ayuning Mazasupa on October 5, 2007.

2 Responses to “sudut sekolah itu”

  1. tiba-tiba Pak Carik nyanyi lagu ini sepulang dari panggung bersama Bu Lurah.
    Menyusuri gang-gang kecil yang masih asing, menuju Miftakhul Khairat…
    “anggap saja dulu aku ‘tidak tahu’ apa yang aku ucapkan”

    G
    Resah dan gelisah
    D/F#
    Menunggu di sini
    D7 G
    Di sudut sekolah
    C D
    Tempat yang kau janjikan
    D7 G
    Ingin jumpa denghanku
    C D
    Walau mencuri waktu
    D7 G C D
    Berdusta pada guru

    G
    Malu aku malu
    D/F#
    Pada semut merah
    D7 G
    Yang berbaris di dinding
    C D
    Menatapku curiga
    D7 G
    Seakan penuh tanya
    C D
    Sedang apa disini
    D7 G
    Menanti pacar jawabku

    Int: C D

    Reff: G Bm C
    Sungguh aneh tapi nyata
    D7 G C D
    Takkan terlupa
    G Bm C
    Kisah kasih di sekolah
    D7 G
    Dengan si dia
    C G/B
    Tiada masa paling indah
    D7 G
    Masa-masa di sekolah
    C G/B
    Tiada kisah paling indah
    D7 G
    Kisah kasih di sekolah

    Coda: G Em
    Masa-masa paling indah
    G Em
    Kisah kasih di sekolah

    Kisah Kasih Di Sekolah
    Lirik Lagu Indonesia – Artist: Chrisye

  2. kaka pun pernah melakukannya. semenjak kaka SMu dulu. Ya, kisahmu itu membuatku menyelami kembali memori masa lalu. Masa remaja berseragam abu-abu. Sungguh mencerahkan dan mengasyikkan.
    Jujur saja, kaka tersenyum simpul ketika membaca barisan kalimat demi kalimat yang engkau tuliskan. Kaka terpana, lalu sedikit demi sedikit kaka mulai berimajinasi. Kaka mulai memikirkan masa lalu kaka.
    Trimakasih dek. Tulisanmu sempat membuat renung hatiku jatuh ke dalam nestapa masa lalu. masa yang ingin kukenang kembali. Karena itulah masa yang menecerahkan diriku. aku tak tahu harus berkata apa. yang pasti aku sudah beranjak dewasa. aku tak mau lagi sms on the pieper. aku ingin sms on the heart aja. (bingung?)

    ======================

    pengalaman mencerahkan dan mengasyikkan itu memang terasa membekas di masa-masa sma. tapi, Alhamdulillah, sampai sekarang aku masih bisa terus memelihara dan membentuknya kembali hingga di masa-masa kuliah ini. bedanya kalau sekarang, waktu dan usia mengharuskan kita menyikapinya dengan lebih dewasa. dan karena itu, aku masih berusaha terus belajar…….
    menjadi dewasa….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: