Nyanyian Kasmaran – ebiet g. ade

•September 8, 2008 • 2 Comments

Sejak engkau bertemu lelaki bermata lembut
ada yang tersentak dari dalam dadamu
Kau menyendiri duduk dalam gelap
bersenandung nyanyian kasmaran
dan tersenyum entah untuk siapa

Nampaknya engkau tengah mabuk kepayang
Kau pahat langit dengan angan-angan
Kau ukir malam dengan bayang-bayang

Jangan hanya diam kau simpan dalam duduk termenung
Malam yang kau sapa lewat tanpa jawab
Bersikaplah jujur dan terbuka
Tumpahkanlah perasaan yang sarat
dengan cinta yang panas bergelora

Barangkali takdir tengah bicara
Ia diperuntukkan buatmu
dan pandangan matanya memang buatmu
du du…

Mengapa harus sembunyi dari kenyataan?
Cinta kasih sejati kadang datang tak terduga

Bergegaslah bangun dari mimpi
atau engkau akan kehilangan
keindahan yang tengah engkau genggam

Anggap saja takdir tengah bicra
Ia datang dari langit buatmu
dan pandangan matanya khusus buatmu
du du…

Advertisements

nyanyian rindu – ebiet g. ade

•September 8, 2008 • Leave a Comment

Coba engkau katakan padaku
apa yang seharusnya aku lakukan
bila larut tiba wajahmu terbayang
Kerinduan ini semakin dalam

Gemuruh ombak di pantai Kuta
Sejuk, lembut angin di bukit Kintamani
Gadis-gadis kecil menjajakan cincin
tak mampu mengusir kau yang manis

Bila saja kau ada di sampingku,
sama-sama arungi danau biru
Bila malam mata enggan terpejam
Berbincang tentang bulan merah ho…
Du…du..

Coba engkau dengar lagu ini
Aku yang tertidur dan tengah bermimpi
Langit-langit kamar jadi penuh gambar
wajahmu yang bening, sejuk, segar

Kapan lagi kita akan bertemu
meski hanya sekilas kau tersenyum?
Kapan lagi kita nyanyi bersama?
Tatapanmu membasuh luka, ho…
Du…

Temani Aku – So7

•September 8, 2008 • 3 Comments

Layaknya gelap malam yang indah kar’na bintang
Wooo… hooo… wooo… hooo… hooo… wooo…

* Layaknya sang penyair yang elok kar’na puisi
Wooo… hooo… wooo… hooo… hooo… wooo…

Reff:
Ahh…. aa… a…. aah… bagiku kau bintang
Ahh…. aa… a…. aah… selayaknya puisi
Tetaplah di sini peri kecilku
Ahh…. aa… a…. aah… bagiku kau bintang
Ahh…. aa… a…. aah… selayaknya puisi
Temani aku selamanya… selamanya…

Kembali ke: Reff
Interlude
Kembali ke: Reff

RAHIM MISTERI

•September 2, 2008 • Leave a Comment

kuresapi,
menjalar di kedamaian pori-pori
saat dia lirih berbisik…

aku ingin mengajakmu pulang
menyusup ke rahim misteri
rumah kita dulu
menyerahkan seluruh ketelanjangan
hanya pada hadapNya

lihatlah pahatan kisah kita
bukankah terbuat dari puisi?
(ngantor hari pertama, 01/09/2008)

lalu kuselimutkan lagi embun
hingga nanti menetes di musim semi
sambil mendengarkan nasehatnya
kembali dalam hibernasi….
yang lebih aman dan rapi.

Lokakarya Komputasi di BATAN

•August 18, 2008 • Leave a Comment

Rabu, 6 Agustus 2008 kemarin, temen-temen mahasiswa jurusan Komputasi Statistik sempet maen sebentar ke BATAN (Badan Tenaga Nuklir Nasional) di kawasan Serpong. Waktu pamitan ke ibuk sempet diwanti-wanti “Hah, nuklir..?? Ati-ati yo, Nduk..!”. Hehehe…ibuk emang sayaaang banget, ya. Tapi setelah kujelaskan bahwa ni acara lokakarya komputasi dalam sains dan teknologi nuklir, bukan mau ikut bereksperimen di laboratorium nuklir mereka, ibuk pun akhirnya merelakan aku pergi. Ciee, kayak mo kemana aja gitu. Kujanjikan cerita nanti malam sebagai oleh-oleh, asal ga minta oleh-oleh rudal aja, hihi…

Ditemani Mr. Syukri, kami berangkat pake bus kampus. Kalau dipikir-pikir, setahun terakhir ini bus kampus makin sering ngorbit kemana-mana. Pak Odoy capek juga mungkin nyupirin gerombolan mahasiswa yang super cerewet kalo dah naek bus. Yang sabar ya, Pak..

Jam 6.30 pagi semua dah siap berangkat supaya ga terjebak macet. Bener aja, siangan dikit, jalan tol dah begitu puuadet. Apalagi di antara kami ga ada yang tahu persis lokasi gedungnya. Bakal seru nih karena pasti ada acara nyasar-nyasaran. Yang penting kan selalu sempet berphoto-photo ria. Duh, narcis..tetep jalan.

Sampai di tempat, masih sepi. Tapi berhubung kami ada belasan orang, tetep aja harus ngantri untuk ngisi daftar hadir. Kebetulan banget, mereka yang hadir di lokakarya ini dapat seminar kit yang salah satunya berupa tas tangan warna biru! Birunya itu matching, bahkan puuuersis banget dengan warna biru seragam yang kami pake. Jadi deh, kumat lagi, foto-foto dong! Sekalian name tagnya digantung juga di leher. Tertulis di situ kami sebagai “Peninjau”. weee…keren ya..(kumat! kumat!)

Masuk ke ruangan, ternyata Pak Mirza belum datang. Yup, salah satu dosen Komputasi kami diundang sebagai salah satu pembicara undangan di bagian awal pembukaan lokakarya ini. Penasaran dengan makalah yang beliau bawa? Nih, ada sedikit abstraksi yang saya cuplik dari sinopsis lokakarya ini. Begitu hampir dimulai, Pak Mirza masuk ruangan dan otomatis mau bergabung sama kami di barisan peserta. Langsung kuingetin, “Lho, Pak! Kok ga di depan? Di sini kan buat peserta.” Temen-temen yang lain juga bilang gitu. Tapi kayaknya ikatan suku emang ga bisa dipisahkan, hehe. Baru setelah seorang panitia yang menyilahkan Pak Mirza duduk di depan, beliau akhirnya mau juga. Acara pun dimulai, dan kepala-kepala kami berangsur-angsur mendidih. Sumpah! Keren banget ni acara!

Grid and Parallel Computing
Dr. Said Mirza Pahlevi, M.Eng.

Grid computing is an emerging technology that enables the sharing of wide variety resources (e.g., computing power and data storage capacity) distributed across different organizations. There are three characteristics that a grid must have, namely (1) coordinated resource sharing that are not subject to centralized control, (2) using standard, open, general-purpose protocols and interfaces and (3) delivering nontrivial qualities of service in term of throughput, response time, etc. [1]. The first poin comes from the inherent characteristics of a grid, that is, users and resources live within different control domains. The second point is important to establish resource sharing arrangements dynamically with an interested party and enabling general purpose services and tools. The third point is related to providing aggregated computing capabilities so that the utility of the combined system is significantly greater than that of the sum of its parts. Grid computing technology has been applied to computationally-intensive scientific problems, such as high energy and nuclear data analysis [2] and drug discovery [3]. Computationally-intensive problems are usually solved by using parallel computing. To create a parallel program, a programmer needs to identify work that can be done in parallel, partition the work and perhaps data among processes and manage data access, communication and synchronization. Message Passing Interface (MPI) [4] and GridRPC [5] are parallel programming models that are used to create parallel programs in a grid. The former uses a data parallel technique which is based on the Single Program Multiple Data (SPMD) model while the latter uses a task parallel technique which is based on the client/server model. The talk will explore the basic concept of grid computing and present some grid projects that deal with computationally-intensive problems. It also explains the basic concept of the two grid parallel programming paradigms.

proklamasi

•August 18, 2008 • 1 Comment

terima kasih ya Allah, Maha Pemberi Karunia, Penguasa Keberkahan
telah Kau hadiahkan padaku seorang lelaki sholeh, pujaan hatiku
imam bagi keluargaku, pembawa sinar kedamaian sanubariku
laki-laki sholeh yang kudamba selama ini, kunanti dengan kesabaran

segala puji bagiMu, Rabbi, Pemilik segala keajaiban
tak terkira kini kebahagiaan yang kurasa
di setiap jengkal waktu yang Engkau alirkan
semoga dengan ini semua, segala tanya kan terjawab
segala gelisah kan terobati
dan segala prasangka kan musnah

maka
jadikanlah aku yang rapuh ini kuat
agar kumampu menjadi penyokong jiwanya
jadikanlah aku yang lemah ini tegak
agar kumampu memperkokoh imannya
sempurnakanlah aku dengan menjadi bersamanya
kumohonkan rahmatMu menyelimuti kami
sepanjang hidup, sepanjang mati
ikhlas kami menghamba padaMu, demi ridhoMu

juni 2008

andai datang suatu masa (2nd ed)

•August 18, 2008 • Leave a Comment

andai datang suatu masa
ketika persekutuan angin-bintang
menjelma bukan lagi bayang,
apa yang kau impikan?
rumah dari semua puisi cinta
yang belum sempat kita tuliskan?
taman bunga dari selaksa rindu
yang selama ini kita pendam kejam?
bolehlah..

tapi karena kita adalah jelata
yang akan meruntuhkan singgasana
dan mencopot mahkota
maka jangan banyak berharap
selain bulan madu di surga.

ramadhan-dzulqaidah 1428